Selasa, 04 Juni 2013

STRATEGI PEMBELAJARAN YANG DISUKAI SISWA


STRATEGI PEMBELAJARAN YANG DISUKAI SISWA


Oleh:  Nur Iswati Budi, S.Pd
(Guru IPA SMP Islam Sabilillah Malang)

            Dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah, guru diwajibkan membuat rancangan pembelajaran yang diantanya meliputi pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), alat bantu pembelajaran serta alat evaluasi pembelajaran. Dalam hal ini, guru hendaknya senantiasa untuk kreatif dalam memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi yang akan disampaikan.
Berikut adalah hasil survey dari pengalaman penulis mengenai metode mengajar yang banyak disukai siswa. Hal ini ditandai dengan antusias dan keterlibatan siswa dalam aktifitas belajar sangat tinggi, diantaranya ditunjukkan dengan hampir semua siswa terlibat dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu dapat dilihat dari wajahnya tercermin perasaan senang serta kontak mata yang dipancarkan oleh siswa.

1.     Metode eksperimen/praktikum.
Metode ini sangat disukai siswa. Kegiatan praktikum memang identik dengan pembelajaran IPA. Metode ini sangat ditunggu-tungu oleh siswa. Jika pembelajaran tidak memakai metode ini, seringkali siswa bertanya “kapan kita praktikum, Bu?” Hal ini bisa difahami karena mtode praktikum; siswa tidak dibatasi dengan kegiatan duduk dan mendengarkan saja materi yang disampaikan. Apalagi praktikum yang dilaksanakan di luar ruangan kelas. Namun, guru harus tetap membimbing dan mengontrol ke setiap kelompok, supaya kegiatan tetap terarah.
Keunggulan metode eksperimen adalah: 1) dapat membuat siswa lebih percaya atas kebenaran dan kesimpulan berdasarkan percobaannya sendiri daripada hanya menerima informasi dari guru atau buku saja, dan 2) dapat mengembangkan sikap untuk studi eksploratif  tentang sains dan teknologi, suatu sikap ilmiah dari seorang ilmuan.

2.    Pengamatan langsung/Pembelajaran Alam Sekitar.
Sebagaimana kita ketahui bahawa alam merupakan sumber belajar yang sangat konkret. Lingkungan sekolah pun bagaikan video alam pada pembelajaran biologi khususnya.
Siswa diajak untuk mengamati fenomena alam di luar kelas. Materi yang cocok untuk metode ini diantaranya adalah Ekosistem dan Struktur Tumbuhan. Kegiatan pengamatan di luar kelas bisa diterapkan untuk mata pelajaran lain yang disesuaikan dengan relevansi materi yang akan diberikan.
            Selain itu guru dapat memindahkan kegiatan pembelajaran yang biasanya terjadi di kelas ke halaman depan kelas dengan menggelar tikar/karpet serta alat bantu secukupnya. Hal ini dapat menjadikan sebuah “refresh” dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini dapat dijelaskan bahwa pada dasarnya manusia ingin “bebas” dalam menjalani kehidupan ini tanpa dibatasi tembok penghalang (dalam hal ini adalah ruang kelas) yang dapat mengekang kehidupan.
3.      Metode Cerdas Cermat
Metode cerdas-cermat ini merupakan modifikasi dari metode tanya jawab. Metode tanya jawab adalah metode yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar yang dilakukan dengan cara saling berkomunikasi antara guru dengan siswa. Dalam hal ini guru memberikan pertanyaan-pertanyaan mengenai bahan yang telah diajarkan ataupun yang belum dan siswa diberikan kesempatan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Metode tanya jawab biasanya digunakan untuk mengetahui apakah anak didik telah menguasai terhadap pelajaran-pelajaran atau fakta-fakta yang diajarkan oleh guru kepada siswa, sekaligus dapat digunakan untuk merangsang siswa dalam belajar dan membangkitkan minat dalam mengikuti pelajaran dengan baik.
Metode ini cocok sekali digunakan untuk mereview pelaksanaan pembelajaran yang telah dilakukan. Dapat dipakai pada pertemuan ke-3/4 pada setiap bab materi. Kegiatan ini biasanya penulis lakukan sebelum pelaksanaan evaluasi (ulangan harian). Aktifitas pembelajaran sambil “bermain” sangat digemari siswa; semua orang tidak terkecuali orang dewasa sangat menyukai permainan, apalagi bermain sambil belajar tentu cukup menyenangkan.
Metode cerdas-cermat ini merupakan metode yang memerlukan kekompakan dan ketangkasan anggota kelompoknya. Tentunya, sebelum pelaksanaan pembelajaran, guru telah membagi kelas menjadi beberapa kelompok dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan siswa. Supaya kegiatan berlangsung “seru” dan terarah guru dapat menggunakan alat bantu bel yang telah dirangkai secara seri. Kalaupun tidak ada, dapat menggunakan alat bantu “bunyi-bunyian” yang berbeda.
Adapun kelemahan dari metode ini adalah tidak dapat mengukur kemampuan individu, karena nilai yang diperoleh adalah nilai kelompok. Namun demikian, sisi positifnya yaitu membuat siswa yang berkemampuan kurang menjadi lebih percaya diri dan sekaligus dapat belajar dari teman-temannya dalam satu kelompok.

4.    Pembelajaran yang memakai alat bantu “Audio-visual”
Sekarang ini banyak sekali media pembelajaran berbasis ICT dan software-software pembelajaran yang siap pakai yang beredar di pasaran. Terlebih pula CD pembelajaran buatan luar yang tak kalah pula dengan produk dalam negeri. CD pembelajaran atau CD yang mengangkat tema alam banyak sekali dijual di toko-toko buku atau ditawarkan oleh biro pengadaan media pembelajaran. Salah satunya yang populer adalah CD tentang fenomena alam yang banyak diungkap oleh Harun Yahya. Harun Yahya adalah seorang penulis dan kreasionis Islam asal Turki. Ia merupakan penentang teori evolusi yang dipaparkan oleh Darwin. Dia berhasil pula mengungkap rahasia-rahasia alam yang dikaitkan dengan firman Allah SWT yang tertuang dalam kitab Al-Quran.
Penulis sering memakai hasil karyanya sebagai sumber dan alat bantu pembelajaran. Dengan mengadopsi tayangan-tayangan yang ada dalam CD tersebut dengan diberi penguatan secukupnya. Kegiatan pembelajaran dengan menayangkan CD pembelajaran dengan didukung alat bantu lainnya yaitu televisi dan player, menjadikan sensasi tersendiri dalam pembelajaran. Pada beberapa kasus, ada beberapa siswa yang kecenderungan suka belajar dengan cara “audio-visual” , lebih mengerti dan penuh konsentrasi. Tentunya tidak semua isi tayangan dapat ditampilkan, guru dapat memilah sesuai porsi kurikulum yang kita anut.
           
Mudah-mudahan dengan ulasan ini, dapat menjadikan ispirasi bagi para guru di manapun berada. Dan bisa memadukan/memodifikasi metode-metode mengajar sekaligus mampu menerapkan dengan baik sesuai dengan porsinya bagi siswa-siswa kita. 



-----------------
Baca Artikel Lainnya:
>> Pendidikan Berkualitas untuk Generasi Emas
>> Membumikan Makna Qurban dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
>> Mendikbud Tegaskan UN Tetap Akan Dilaksanakan
>> Kabupaten Bisa Laksanakan Kurikulum 2013 Secara Mandiri dengan Catatan
>> 
Jurus Menghadapi OSN Tahun 2014
>> 
Atasi Kecemasan dengan Mengasingkan Diri
>> 
Matematika Sedekah Ala Ustad Yusuf Mansur
>> Belum Semua Buku Kurikulum 2013 Tersedia [Download]
>> Buku Paket SMA Kurikulum 2013 Tidak Lengkap [Download]
>> Kompetensi Dasar Matematika SMP [Download]
>> Cara Membuat Daftar Isi Melayang di Blog [Download]

>> Matematika dalam Olahraga
>> Learning English With Mathematic
>> Strategi Pembelajaran yang Disukai Siswa
>> Kegagalan Sistem Pendidikan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar